Aturan konvensional bilang, tekan kedua rem pada saat bersamaan. Ya, bagus sih buat pemula. Biar tidak memecah konsentrasi dengan laju sepeda. Yang penting laju sepeda berkurang atau berhenti sama sekali.
Cara sederhana menguji pertanyaan tadi, cobalah mengayuh pedal dan kecepatan dijaga konstan pada 10 km/jam misalnya. Lalu hentikan dengan menggunakan rem belakang sepenuhnya. Catat jarak pengereman.
Setelah itu ulangi. Kali ini gunakan rem depan sepenuhnya. Tentu saja perlu keberanian tambahan sebab ketika ban depan direm, ban belakang kemungkinan ikut terangkat.
Dari dua percobaan tadi terlihat bahwa ketika rem belakang ditekan sekuat-kuatnya, roda belakang mengunci tapi tidak lantas berhenti. Sebaliknya, jika rem depan yang ditekan kuat-kuat, sepeda langsung berhenti namun ban belakang terangkat. Jika pedalis kurang sigap bisa terjatuh.
Oleh sebab itu, bagi pemula disarankan untuk menekan kedua tuas rem bersamaan. Dijamin sepeda berhenti sempurna tanpa roda belakang terangkat.
***
Rem belakang oke-oke saja kok, untuk situasi tertentu seperti ketika
daya cengkeram ban jelek atau ketika ban depan kempes atau malah bocor.
Namun untuk menghentikan laju sepeda pada jalanan kering, menekan rem
depan saja akan memberikan daya pengereman yang maksimum. Cara itu bukan
hanya teori saja tetapi telah teruji dalam praktiknya.Butuh waktu memang untuk menggunakan rem depan dengan benar. Jika tidak hati-hati, bayangan untuk terlempar melintasi setang bisa jadi kenyataan. Kuncinya adalah di lengan. Gunakan lengan untuk melawan deselerasi. Lalu imbangi juga dengan menggerakkan badan ke belakang sejauh mungkin selama pedalis masih nyaman di atas sepeda.
Siap mencoba?

0 Komentar