Sepeda untuk elemen visual ruangan

Saat memutuskan untuk membeli sepeda, sering kali ada hal yang tak terpikirkan. Di rumah, sepeda mau ditaruh di mana? Apalagi bila rumahnya kecil, tak punya garasi misalnya, atau tinggal di kos yang hanya satu ruangan.

Idealnya, sepeda diletakkan pada standar duduk (paddock). Alat ini berbentuk segitiga, untuk mengangkat ban belakang dengan tumpuan quick release (QR). Fungsinya selain tempat parkir sepeda, sekaligus mengurangi beban pada ban.
Pemakaian paddock memang cukup memakan tempat, karena paddock harus diletakkan di lantai. Nah, menempatkan sepeda pada standar duduk ini bisa menjadi masalah ketika tidak memiliki ruang yang memadai.

Namun kreativitas telah mengatasi masalah itu. Sepada malah dijadikan elemen visual untuk ruang yang sempit sekali pun. Sepeda tidak lagi mengakuisisi lantai ruangan, tapi menempel di dinding. Ia hadir sebagai bagian penting dari estetika ruangan.

Di pasaran tersedia gantungan (hanger) sepeda dalam beberapa jenis. Yang gampang ditemui di pasar adalah model horizontal dan vertikal. Cara memasangnya cukup mudah, hanya butuh baut fisher pada tembok.

Harga gantungan vertikal lebih murah, antara Rp75 ribu - Rp100 ribu. Sedang gantungan horizontal harganya lebih variatif, dari Rp75 ribu - Rp250 ribu.

Model horizontal ada dua jenis: Pertama tuas penggantung terpisah, yang kedua tuas penggantung menyatu. Kedua model ini fungsinya sama: Tuas penggantung untuk meletakkan top tube sepeda.
Sedang gantungan vertikal, juga disebut stand hook, lebih sederhana. Gantungan mengait pelek dan menjepit ban sepeda, bisa pelek belakang atau pun depan. Artinya letak berdirinya sepeda bisa disesuaikan dengan aksen ruangan yang ingin didapat.

Kedua gantungan ini memiliki kekuatan yang sama, yaitu mampu untuk tumpuan sepeda hingga seberat 20 kg. Artinya tak hanya roadbike, fixie dan MTB yang bisa digantung di dinding, sepeda ontel pun bisa.

Sumber informasi www.beritagar.id
Previous
Next Post »
0 Komentar