Bagi kaum hawa, ada yang mesti diperhatikan ketika menekuni hobi bersepeda ini. Beberapa riset menemukan adanya risiko bersepeda bagi wanita, terutama menyangkut bagan vital wanita, yaitu vagina.
Wanita yang bersepeda dengan posisi handlebar (setang) rendah seperti road bike dan MTB, memiliki risiko tinggi untuk masalah kesehatan seksual. Posisi tersebut memberikan tekanan besar pada daerah vagina.
Kondisi ini menyebabkan mati rasa yang mengarah pada disfungsi seksual. Risiko yang lain adalah hipertrofi labial. Yaitu ketika labia (baik bagian dalam atau luar atau keduanya) menjadi bengkak dan membesar.
Untuk meminimalisasi risiko tersebut, berikut beberapa langkah yang disarankan.
1. Atur ketinggian sadel.
Dapatkan posisi sadel yang tepat. Posisi ideal sadel adalah ketika bersepeda, beban tubuh tidak bertumpu pada pada sadel saja. Beban harus bisa terdistribusi ke kali saat menginjak pedal, juga tangan dan bahu dengan tumpuan setang.
2. Pilih sadel yang lebar.
Cobalah menggunakan sadel yang lebar tapi tetap proporsional. Sadel yang lebar akan membantu menyalurkan tekanan berat tubuh ke bagian selain vagina. Sebaliknya semakin kecil sadel, makin tinggi pula tekanan yang diberikan ke panggul dan vagina.
3. Kenakan celana khusus bersepeda.
Pakai celana khusus bersepeda yang ada bantalannya (padding). Bantalan celana sepeda wanita umumnya sedikit lebih tebal dibanding padding celana laki-laki. Fungsi padding adalah melindungi vagina dari tekanan atau gesekan berlebihan.
4. Oleskan krim lembut.
Penyebab hipertrofi labial antara lain adalah terjadinya gesekan di area vagina saat bersepeda. Gesekan ini menimbulkan iritasi yang menjadi penyebab pembengkakan disertai rasa perih dan nyeri.
Untuk itu, sebelum mulai bersepeda disarankan mengoleskan krim lembut seperti body lotion di bagian paha dalam dan selangkangan.
Sumber informasi www.beritagar.id

0 Komentar